Sabtu, 13 Mei 2017

Grup WA Kadang Dikangenin, Kadang Bikin Bete

Sejak jadi ibu rumah tangga full time, karena ga tega ninggalin anak dan gak percaya juga sama orang asing buat jagain nayla, sosial media dan Grup Whatsapp (WA) plus BBm jadi teman saya tiap hari.

Eh tapi sekarang BBM sudah saya tinggalkan, gimana enggak kadang baru minggu depan pesan yang saya kirim baru dibaca.

Alasannya gak sempat liat pesan di BBM, karena kebanyakan yang di cek hanya WA.

Tapi seiring berjalannya waktu, kok grup WA jadi membengkak (belum lagi ada yang semena-mena memasukkan nomer saya di grupnya).

Bayangin ada grup SMP, SMA, Kuliah, eks Teman Kerja (minus teman SD karena belum ketemu hi...hi...)

Dan grup-grup ini ada beberapa yang bercabang bikin grup lagi, seperti grup islam dan arisan......ooooooo my God.

hanya itu? engga dong, hantu grup WA masih bermunculan. Ketika anak saya TK kita bikin grup arisan, begitu dia SD, bikin grup arisan lain lagi.

Dengan alasan simple, silahturahmi dan biar seru pakai acara arisan, daripada cuma sekadar ngumpul.

Grup WA nambah lagi ketika saya pindah ke Apartemen.

Dari tempat ini, mendadak muncul 5 grup WA (khusus penghuni, gabungan penghuni dan pengelola, arisan, pengajian dan yoga).

Teman-teman Yoga
Kebayang kan bagaimana borosnya batere hape, sehari bisa tiga kali nge-charge. Di luar topik, soal boros batereini saya punya pengalaman gak enak banget.

Ketika suami keluar kota, saya kebagian pasang alarm untuk bangun shubuh dan nyiapin anak saya sekolah.

Malamnya saya pasang alarm di hape. Paginya saya terbangun karena teriakan anak saya, mama sudah siang !!!!!.

Ya Allah, gak terbayang untuk sholat, saya lihat dengan mata masih mengantuk sudah jam 6. Langsung saya suruh Nayla mandi, sementara saya nyiapin bekal dan sarapan dia.

Begitu kelar mandi dia nangis lagi, dia bilang, mama tadi itu bukan jam 6 tapi jam 7 lewat. Aaaampuuuun mana dia lagi UTS, dan tukang ojeknya sudah pergi karena nunggu lama dan agak bete WA nya gak saya balas.

Semua kejadian horor itu gara-gara saya gak matiin mobile data. Semua percakapan grup WA ada yang berlangsung sampai pagi, menghabiskan batere hape dan dengan semena-mena mati tanpa sempat membunyikan alarm.

Walhasil, saya tanpa mandi, pesan mobil online, anak saya sarapan di mobil dengan muka sedih. Untunglah ulangan baru berjalan 15 menit dan tetap boleh ikut ujian...fiuuuuh.

Sejak itu saya mulai menimbang-nimbang untuk keluar dari beberapa grup. Apalagi ada beberapa percakapan di grup yang mulai gak asik.

Dari ngomongnya mulai tidak nyambung, karena dulu tidak sekelas dan bukan teman main.

Bahkan mulai nyerempet-nyerempet ngomong vulgar, dan kirim-kirim gambar menjurus pornografi, ini sih lebih banyak karena adminnya gak tegas.

Kalau umur masih abegeh asik-asik aja, tapi ketika sudah jadi kok ya kayaknya gakk pantes dan mereka juga sudah jadi ibu dan bapak juga kan.

Tanpa ba.. bi... bu... saya keluar dari grup WA itu. Langsung ada teman yang skrinsyut percakapan WA, membahas saya. Si teman lelaki yg yang rajin kirim foto dan ngomong joro itu bilang saya kurang tahan banting, hadeeeeeh.  

Saya pernah liputan perang (perang kueciil banget), ketika Timor timur mau lepas dari Indonesia. Rasa takut saya hilangkan demi pengalaman seumur hidup yang gak bisa semua orang rasakan, kayaknya sih bikin saya tahan banting.

Biarin deh kehilangan satu teman, toh saya juga gak ikrib sama teman lelaki itu.

Ternyata setelah itu saya harus keluar lagi dari beberapa grup. Apalagi kalau bukan PILKADA Jakarta penyebabnya.  

Awalnya sih santai liat komentar-komentar miring terhadap salah satu paslon. Tapi ketika komentar-komentar kebencian menjadi berlebihan, saya gemas.

Kalau ikutan komentar pun jadi debat kusir, karena masing-masing merasa benar. Ya iyalah saya kan bekas wartawan, minimal punya referensi lebih sahih, apalagi suami juga di dunia yang sama.

Hi...hi... belagu ya, padahal ada wartawan juga yang gak bisa netral dan ikut menyebar kebencian di sosmed, peace aaaaahhh.

Kali ini saya main cakeup, gak mau keluar begitu saja, saya bilang hape saya minta di lem biru hi...hi...

Lumayanlah sekarang tinggal 12 grup WA (sebagian besar isinya 10-12 orang). Jadi tinggal sedikit percakapan yang bikin lelah hayati dan kadang jadi hiburan pas baca WA nya.

Itu sisi gak enaknya (sedikit) dari gabung di grup WA, sisi asiknya banyak, seperti WA di tempat saya tinggal, unit ada yang rusak atau kolam renang kotor lagi tinggal bilang di grup, langsung petugasnya datang.

Grup Arisan WA juga seru, dari nentuin tanggal, tempat sampai dresscode apa yang musti dipakai, bisa jadi obrolan yang panjang kali lebar berhari-hari.

Grup arisan Kepompong
Grup WA SD anak saya termasuk grup yang bantu banget buat ibu-ibu kayak saya yang males nongkrong di sekolah. Jajanan-jajanan di sekolah anak saya bikin iman saya gak kuat.

Bayangin aja ada bakso gepeng, siomay, batagor, otak-otak, es doger, jus buah sluuuurp banget lah. Makanya mending di rumah, daripada kolesterol naik kan.

Lelah pastilah kalau grup-grup WA itu kita baca semua. Saya berusaha membatasi diri untuk pegang hape hingga pukul 9 malam, cape euy, lelah badan sama otak :).

serulah pokoknya, apalagi anak saya Nayla juga sudah pakai WA ( cuma dibawa kalau dia ngaji atau main ke rumah temannya yang hanya sepelemparan batu jauhnya).

Keluarga kecil kami yang imut-imut :)
Isinya kadang lucu, hanya mau ngasih tau kalau habis ngaji mau main sebentar. Bahkan pernah WA cuma buat bilang "Ma Nayla lapeeeer", padahal kita lagi di ruangan yang sama ha...ha....

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Aida, Serba Serbi Grup WA".

Aiiiih senangnya tulisan ini juara satu lo, bener deh

Tu kan bener kaaaaan
    

Rabu, 12 Oktober 2016

Surprise Kecil Untuk Nayla

Ulang Tahun yang ke 10 kali ini, Nayla mengidam-idamkan hand phone baru untuk dirinya. Karena dia bosan pakai Hp lungsuran terus dari papa atau mamanya.

Iiiih padahal dia pernah loh punya dua HP baru, salah satunya hadiah lomba. Cuma ini anak slordegh alias gak apik. ada yang ketumpahan airlah, ada yang tiba-tiba gak bisa dipakai tanpa dia tahu sebabnya.

Demi mewujudkan impiannya, dia irit-irit uang ampau lebarannya. Selain itu dia minta papanya untuk rutin ngasih dia 50 rb tiap bulan, alasannya dia cuma di kasih uang jajan seminggu sekali itu juga jadi gak ada sisa buat nabung.

Kita selalu becandain dia, kalau cuma nabung sebulan 50 ribu plus tambahan sisa uang ampau, kayaknya baru dua tahun lagi deh dia bisa beli HP yang dia mau. 

Sebulan sebelum dia ultah (12 Oktober), doddy suamiku, ngasih tau kalau dia mau nambahin uang tabungan nayla untuk beli hp baru, kado ulang tahun dia nanti. 

Tapi biar dia surprise, kita berdua harus merahasiakannya sampai tiba hari ulang tahunnya. Uang tabungannya pun tidak akan diambil dulu, biar gak ketahuan, soalnya Nayla tiap hari ngitungin tabungannya yg di celengan (bisa dibuka tutup).

Aduuuh mana tahan eke nyimpen rahasia, dua pula. karena gw juga sudah membelikan tas selempang silver yang dia suka. Belinya pakai acara kucing-kucingan karena dia nempel terus:).

Karena kita hanya akan merayakan bertiga, gw berencana pesen macaroni schootel buatan temen gw ega. Sengaja enggak gw beliin kue tart untuk tiup lilinya, lagian dia juga suka banget macaroni Schootel.

Kelar pesen macaroni, gw nyiapin balon-balon nama yang akan gw tiup dan tempel tgl 11 oktober malam. Tapi pas liat di jadwal ternyata  tanggal 11 oktober, nay dan teman-teman di kuda laut, lomba nari se Jakarta Timur, di Gelanggang remaja Jakarta Timur.

Jadilah ketika pagi-pagi Nayla sudah kita antar ke sekolah untuk berangkat lomba (gw sm doddy nyusul karena kebagian tugas beliin mereka makan siang), gw di rumah tiup balon-balon nama sama nungguin tukang macaroninya anter ke rumah.

Walhasil Nayla sehari sebelum dia ultah dapat hadiah yang menggembirakan, dia dan teman-temannya juara satu lomba nari antar SD se Jakarta Timur. Berita lengkapnya di sini yaaa https://diarynayla.blogspot.co.id/2016/10/juara-1-nari-se-jakarta-timur-yaaaaaaay.html

Karena pengumuman lomba juga sudah malam, kita bertiga mampir sebentar di pizza hut untuk merayakan sedikit kemenangan lomba. Tapi gw dag dig dug takut kemalaman, karena ada toko tempat jual balon nama yang mau gw datangi lagi, karena salah satu balon pecah.

Segala kehebohan tengah malam, terbayar esok paginya. Dia kaget ruang tamu sudah ditempelin balon dengan nama dia, dan ketawa-ketiwi ketika harus tiup lilin di atas macaroni schootel.

happy milad 10th ya Nayla
siap dipotong macaroninya
Gongnya adalah ketika dia buka kado dari mamanya, isinya tas yang dia mau daaan..... taraaaaaaa Hp idaman dia.

Biasa aja sih tapi buat Nayla luar biasa
Habis tiup-tiup lilin dan makan macaroni, ternyata Nayla tetap mau sekolah. Padahal kepala sekolah memberi mereka libur sehari, karena mereka menang lomba nari.

Alasannya mereka kepingin pamer ke teman-teman sekolahnya, kalau mereka menang lomba:)

Selasa, 11 Oktober 2016

Juara 1 Nari Se Jakarta Timur Yaaaaaaay

Sempat pede setinggi gunung (blm langit), karena tarian dan lagu kita beda dari yang lain.
 
Sempat deg2an karena Labschool, SD 05 cipinang dan sekolah-sekolah yang masuk sanggar jadi saingan terberat di Jakarta timur..
 
Sempat lelah dan mau pulang saja, nunggu kabar dari rumah. Tapi anak-anak baterenya full, masa orang tuanya kalah.

Sempat stress ketika nama kuda laut tidak masuk juara di harapan 1 & 2 (mimpi gak muluk2 kok)
 
Sempat down ketika ibu-ibu yang anaknya juara 2 atau 3, teriak sekencang alaihim di belakang gw.
 
Tapi akhirnya kita sekolah terakhir yang teriak paling kencang, nangis bombay, suara serak karena teriak2. Yaaaaaaaa kita juara satu, juara satu se Jakarta Timur, yang akan mewakili lomba untuk tingkat provinsi tgl 24 oktober 2016 nanti.
 



Menang atau tidak nanti sdh bukan masalah, anak-anak hebat ini sudah punya alasan untuk senyum lebar dan lebih semangat berlatih nantinya sama kak eca dan ka vero. 
 


 






Bangga dan sayang sama kalian Alanis, Alisya, Alika, Vania, Friskzka, Dea, Mecca, Reza, Angga, wishdan, Acha dan Rhasya

Minggu, 29 Mei 2016

#BahagiadiRumah Itu Bersama Suami dan Anak Tersayang

Rumah buat saya adalah segalanya. Tempat kami tinggal, tempat kami berkumpul, bertengkar, dan bercinta tentunya hi...hi...

Mungkin untuk orang lain, rumah yang nyaman itu harus besar dan bagus. Buat saya itu nomer dua, nomer satu rumah harus bersih.

Kebetulan apartemen kami kecil, hanya ada dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi dan balkon. Jadi bisa dibayangkan kalau tidak nyaman, penghuninya pasti malas pulang.

Untungnya saya punya suami yang sabaaaar banget (walaupun kadang dia bisa marah, caranya dengan diam seribu bahasa) dan satu anak perempuan namanya Nayla usia 9 tahun yang bikin rumah jadi lebih hidup.
Doddy suami saya ini bukan suami yang pendiam, maklum wartawan, jadi selalu ada bahan percakapan dengan saya dan nayla.

Selain tidak pernah berbicara kasar, suami saya juga ringan tangan, dia mau ambil alih urusan rumah tangga, ketika saya sakit kecuali memasak pastinya.
Nayla juga bebas cerita apa saja sama kami berdua, biasanya suami saya yang betah dengerin Nayla bicara berjam-jam.

kami punya ritual setiap akhir pekan bila ada di rumah sebelum pukul 21, kita akan menonton dvd bareng di ruang tamu. Siapin Pop corn atau cemilan apapun, pasang AC, dan matikan lampu, siap deh nonton film bareng.

Padahal kadangkala akhir pekan itu kami habis nonton film di bioskop. Tapi tetap beda nuansa kebersamaanya kalau kita hanya nonton film bertiga.

Sementara me time yang kumplit buat saya justru ketika saya bersama mereka. Memang ketika suami saya tugas keluar kota atau negeri, saya bisa "me time" berdua anak saya, bisa jalan-jalan berdua atau nginep di rumah omanya.
Tapi kalau suami ada di rumah, saya kok gak tega ninggalin dia sendiri, sementara saya sama anak saya nginep di rumah omanya, karena libur panjang. 

Rasanya seperti ada yang hilang. Suami saya juga bilang, gak enak di rumah kalau kami berdua tidak ada. Kami saling bergantung.

Kayaknya sih buat saya simple ya, buat cari #BahagiadiRumah, mumpung tabloid nova lagi ultah yang ke 28Novaversari http://www.tabloidnova.com. dan lagi bikin lomba blog, saya mau bagi-bagi pengalaman sedikit.  

kebetulan saya sudah jadi sahabat Tabloid nova sudah hampir 7 tahun.
 
Bahagia menurut saya, selain rumah harus bersih, bisa masakin makanan sehat untuk mereka, punya anak cukup satu, perempuan seperti yang saya harapkan, dan suami yang baik.

Saling terbuka itu juga penting, kami bebas lihat isi handphone dan dompet kami masing-masing. Serta cerita apapun kejadian hari itu pada pasangan dan anak kami.

Ingat dengan ulang tahun masing-masing plus Anniversary juga gak kalah penting dong ya.

Sekarang sih sudah gak ada alasan untuk lupa, sosmed seperti Facebook rajin buat ngingetin tanggal-tanggal penting itu.
Berantem sudah pasti juga sering terjadi di rumah kami. Tanpa itu hidup kami tidak bervariasi, karena lewat berantem kecil-kecilan kami bisa mengeluarkan kekesalan, dan pendapat. 

Biasanya sih saya yang paling gak sabaran di rumah. Begitupun dengan Nayla, kami berdua sama-sama keras kepala. 

Kalau sudah seperti itu, suamiku jadi  wasit yang adil dan super sabar di rumah, yang siap mendamaikan dua perempuan yang lagi ngambek di rumah.

Plus jangan jaim alias jaga image sama pasangan, hidup tanpa berpura-pura bikin hidup lebih mudah. pasangan tau mau saya, begitu juga sebaliknya.

Dan kemanapun kami pergi, apartemen mungil kami yang selalu kami rindukan. 

Padahal lebih sering tempat kami menginap jauh lebih bagus, tapi selalu terbayang kamar kami yang hangat, ruang tamu dan  meja makan tempat kami berkumpul. Home sweet home deh pokoknya.   

Bunga Teratai Mom

Setiap kali nonton Nayla pentas balet, kok gw jadi terharu biru gitu. Bukan hanya karena ada nayla,  perasaan kek gitu muncul dari awal pertunjukkan.

Sepertinya akan begitu lagi, kalau liat  Nayla Perform untuk acara 60th nya Namarina, tanggal 29/5/2016. Kebetulan sejak februari 2016 Nayla pindah ke Namarina pusat.

Dari Jadwal pentas, sebelum  hari H nya, 28/5/2016 ada General Rehearsal atau kadang disebut gladi resik ala  Indonesia gitu.

Acaranya pasti megah, meriah dan mewah. Karena Pentas sama tempat balet yang sebelumnya aja bagus apalagi Namarina.

Karena Kesorean sampai di Namarina, baju Pentas yang harusnya diambil sehari sebelum GR, ternyata sudah dibawa semuanya ke gedung pertunjukan. 

Di Jalan menuju gedung Ciputra Artpreneur sudah ada  sign board pentas Namarina, whuiiih keren euy. Begitu sampai gedung, gw langsung cari miss Karisa untuk ambil baju.

Sudah keliatan sih kalau bajunya agak kebesaran, kayaknya badannya Nayla mengecil sedikit hi...hi....dalam hati gw sudah berniat untuk benerin, buat pentas besok.



 
Padahal malam itu gw bawa peniti, harusnya bisa benerin sementara tali lengan bajunya. Malah gw sempat benerin sepatu balet temen nayla yang talinya lepas, anak sendiri kok lupa diberesin hiks.

Ketika saatnya GR, hanya satu orang yang boleh lihat dan foto2 melalui balkon. Gw dong pastinya yang masuk, pop nunggu di lobby sambil baca novel.

Begitu keluar tarian pertama, langsung meleleh air mata gw. Mungkin karena tata panggungnya yang megah, tarian sama musiknya juga bagus banget.

Mungkin juga senang karena kalau nayla gak balet belum tentu bela-belain nonton pertunjukan balet bagus kek gini.

Begitu Nayla tampil, meleleh lagi plus ketawa geli ngeliat Nayla ribet sama tali lengan baju nya yang kedodoran sedikit. maaf ya nak, besok pas pentas bajunya pasti sudah mom benerin.


Besoknya, Minggu 29/5/2016, kita berangkat pentas berdua, pop menyusul dari kantor, karena kebetulan dia masuk hari itu.

Belajar dari pengalaman GR kemarin, gw gak mau berangkat buru2. pukul 17 baru jalan dan Nayla sempat makan sore.

Sampai gedung, Nayla langsung masuk Backstage, gw nunggu pop datang dan bersiap untuk masuk ruangan sesuai nomer tiket kita.

O iya Pelangi anaknya mas Nathan (bekas teman sekantor dulu di KBR) juga pentas bareng, dia jadi kumbang, lucu banget dengan dua cepol rambut di kana dan kiri.

Pelangi juga les balet di Namarina pusat, cuma beda kelas soalnya pelangi lebih kecil dari Nayla. Selain itu salah satu foto kita bertiga yang bagus di Blog ini, hasil jepretannya mas Nathan.

Balik lagi soal nomer tiket, kemarin waktu GR, gw sudah yakin banget kalau nomer tiket kita yang persis di belakang VIP itu adanya di balkon. Karena pas GR, kita cuma boleh lihat dari balkon.

Makanya kaget plus senang karena ternyata bangku kita di ruangan bawah belakang VIP, pas depan panggung, bukan di balkon. Jadi lebih jelas liat Nayla.

Sempat selfie dan foto panggung sebelum di buka. Karena kalau sudah mulai pertunjukkan dilarang menyalakan hp dan foto2. Kita nanti disediakan dvd dan cd foto2 pertunjukkan. 

Dan seperti kemarin, ai meleleh lagi, noraxxx lah pokoknya, untung gelap hi..hi....

Ketika akhirnya Nayla tampil dalam tarian teratai di lakon Lutung Kasarung, semua berjalan lancar dan gak ada lagi yang ribet dengan tali baju tentunya. 

Nayla kayaknya tau, kalau kita bukan di balkon tapi bangku depan panggung. Karena dia senyum2 pas kita dadah2 ke dia.

Makasih Miss karisa dewi yang sudah dengan sabar melatih anak2 ini. Biarpun ada berantem2 kecil di belakang panggung, pas tampil mereka tetap kompak.
Malam itu Nayla pulang dengan hati senang berbunga2 karena akhirnya pentas lagi, padahal besok paginya dia hari pertama UKK. Semoga semuanya lancar ya nak.

Senin, 16 Mei 2016

Masak Ala Nayla

Nayla itu suka banget niru kelakuan gw. Ngeliat gw suka main benang sm jarum, kalau baju bonekanya sobek di benerin sendiri. 

Kemarin malam malah lagi jahit leggingnya yg robek, gak tau jahitnya bener apa enggak, karena gak mau dibantuin.

Ngeliat gw masak, mau ikut masak juga. Biasanya sih gw minta tolong yang gampang2, ambilin bumbu dapur atau sayuran di kulkas.

Akhirnya dia memberanikan diri buat bikin nasi gorengnya sendiri. Tentunya Gw dampingin ketika nyalain kompor, apinya sedang2 aja, trus kalau mau angkat masakannya, kompor dimatikan

Dia juga masih harus pakai tangga kecil biar bisa sejajar sama kompor

Nasi goreng ala gw buat Nayla, tanpa bawang dan garam. Cuma mentega dipanasin, goreng irisan sosis, masukin nasi satu centong, pecahin telur di nasi, aduk trus dikasih kecap manis.

Itu yang dia lakukan ketika suatu hari dia bangun tidur, masih ngantuk, tapi mau bikin nasi goreng sendiri.

Ketika oma nya nginep di rumah, dia bikinin omanya  Romaylor (roti mayo telor:)). Hasilnya asiiiin banget karena kebanyakan ngasih mentega.
Oma pas mau makan romaylor, baca doa "Ya Allah lindungilah hamba" hi....hi.....
Gw juga ngajarin Nayla bikin roti sosis goreng. Sosis digulung dalam roti tawar yang sudah diberi mayonais. Dicelupin kedalam kocokan telur, terus ditaburin remah roti, baru di goreng.
Pernah pas pagi2 dia kepingin mashed potatoe, gw sering makan tapi belum pernah bikin. Langsung gugling terus beli perlengkapannya.
Seneng banget dia, ngancurin kentang sm sendok. Trus marutin Keju.
Bikin pancake juga dia suka. nayla lebih senang pancakenya gak dikasih apa2.
Biasanya gw cuma perintah2 aja sih:). Campur 8 sendok munjung tepung terigu sama telur 1 butir, mentega cair plus susu cair putih. 
Kasih vanili sm garam sedikit terus diaduk. goreng pakai teflon.
Semoga bisa mandiri ya nay. Pas gw sakit dia bikinin gw teh manis, terus dia bikin roti isi sendiri. Kalau nasi sudah dimasakin pop, lauknya nayla pesen lewat telfon. Sayang deh sama kamu nay.....
   

Grup WA Kadang Dikangenin, Kadang Bikin Bete

Sejak jadi ibu rumah tangga full time, karena ga tega ninggalin anak dan gak percaya juga sama orang asing buat jagain nayla, sosial media...