Minggu, 29 Mei 2016

#BahagiadiRumah Itu Bersama Suami dan Anak Tersayang

Rumah buat saya adalah segalanya. Tempat kami tinggal, tempat kami berkumpul, bertengkar, dan bercinta tentunya hi...hi...

Mungkin untuk orang lain, rumah yang nyaman itu harus besar dan bagus. Buat saya itu nomer dua, nomer satu rumah harus bersih.

Kebetulan apartemen kami kecil, hanya ada dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi dan balkon. Jadi bisa dibayangkan kalau tidak nyaman, penghuninya pasti malas pulang.

Untungnya saya punya suami yang sabaaaar banget (walaupun kadang dia bisa marah, caranya dengan diam seribu bahasa) dan satu anak perempuan namanya Nayla usia 9 tahun yang bikin rumah jadi lebih hidup.
Doddy suami saya ini bukan suami yang pendiam, maklum wartawan, jadi selalu ada bahan percakapan dengan saya dan nayla.

Selain tidak pernah berbicara kasar, suami saya juga ringan tangan, dia mau ambil alih urusan rumah tangga, ketika saya sakit kecuali memasak pastinya.
Nayla juga bebas cerita apa saja sama kami berdua, biasanya suami saya yang betah dengerin Nayla bicara berjam-jam.

kami punya ritual setiap akhir pekan bila ada di rumah sebelum pukul 21, kita akan menonton dvd bareng di ruang tamu. Siapin Pop corn atau cemilan apapun, pasang AC, dan matikan lampu, siap deh nonton film bareng.

Padahal kadangkala akhir pekan itu kami habis nonton film di bioskop. Tapi tetap beda nuansa kebersamaanya kalau kita hanya nonton film bertiga.

Sementara me time yang kumplit buat saya justru ketika saya bersama mereka. Memang ketika suami saya tugas keluar kota atau negeri, saya bisa "me time" berdua anak saya, bisa jalan-jalan berdua atau nginep di rumah omanya.
Tapi kalau suami ada di rumah, saya kok gak tega ninggalin dia sendiri, sementara saya sama anak saya nginep di rumah omanya, karena libur panjang. 

Rasanya seperti ada yang hilang. Suami saya juga bilang, gak enak di rumah kalau kami berdua tidak ada. Kami saling bergantung.

Kayaknya sih buat saya simple ya, buat cari #BahagiadiRumah, mumpung tabloid nova lagi ultah yang ke 28Novaversari http://www.tabloidnova.com. dan lagi bikin lomba blog, saya mau bagi-bagi pengalaman sedikit.  

kebetulan saya sudah jadi sahabat Tabloid nova sudah hampir 7 tahun.
 
Bahagia menurut saya, selain rumah harus bersih, bisa masakin makanan sehat untuk mereka, punya anak cukup satu, perempuan seperti yang saya harapkan, dan suami yang baik.

Saling terbuka itu juga penting, kami bebas lihat isi handphone dan dompet kami masing-masing. Serta cerita apapun kejadian hari itu pada pasangan dan anak kami.

Ingat dengan ulang tahun masing-masing plus Anniversary juga gak kalah penting dong ya.

Sekarang sih sudah gak ada alasan untuk lupa, sosmed seperti Facebook rajin buat ngingetin tanggal-tanggal penting itu.
Berantem sudah pasti juga sering terjadi di rumah kami. Tanpa itu hidup kami tidak bervariasi, karena lewat berantem kecil-kecilan kami bisa mengeluarkan kekesalan, dan pendapat. 

Biasanya sih saya yang paling gak sabaran di rumah. Begitupun dengan Nayla, kami berdua sama-sama keras kepala. 

Kalau sudah seperti itu, suamiku jadi  wasit yang adil dan super sabar di rumah, yang siap mendamaikan dua perempuan yang lagi ngambek di rumah.

Plus jangan jaim alias jaga image sama pasangan, hidup tanpa berpura-pura bikin hidup lebih mudah. pasangan tau mau saya, begitu juga sebaliknya.

Dan kemanapun kami pergi, apartemen mungil kami yang selalu kami rindukan. 

Padahal lebih sering tempat kami menginap jauh lebih bagus, tapi selalu terbayang kamar kami yang hangat, ruang tamu dan  meja makan tempat kami berkumpul. Home sweet home deh pokoknya.   

Bunga Teratai Mom

Setiap kali nonton Nayla pentas balet, kok gw jadi terharu biru gitu. Bukan hanya karena ada nayla,  perasaan kek gitu muncul dari awal pertunjukkan.

Sepertinya akan begitu lagi, kalau liat  Nayla Perform untuk acara 60th nya Namarina, tanggal 29/5/2016. Kebetulan sejak februari 2016 Nayla pindah ke Namarina pusat.

Dari Jadwal pentas, sebelum  hari H nya, 28/5/2016 ada General Rehearsal atau kadang disebut gladi resik ala  Indonesia gitu.

Acaranya pasti megah, meriah dan mewah. Karena Pentas sama tempat balet yang sebelumnya aja bagus apalagi Namarina.

Karena Kesorean sampai di Namarina, baju Pentas yang harusnya diambil sehari sebelum GR, ternyata sudah dibawa semuanya ke gedung pertunjukan. 

Di Jalan menuju gedung Ciputra Artpreneur sudah ada  sign board pentas Namarina, whuiiih keren euy. Begitu sampai gedung, gw langsung cari miss Karisa untuk ambil baju.

Sudah keliatan sih kalau bajunya agak kebesaran, kayaknya badannya Nayla mengecil sedikit hi...hi....dalam hati gw sudah berniat untuk benerin, buat pentas besok.



 
Padahal malam itu gw bawa peniti, harusnya bisa benerin sementara tali lengan bajunya. Malah gw sempat benerin sepatu balet temen nayla yang talinya lepas, anak sendiri kok lupa diberesin hiks.

Ketika saatnya GR, hanya satu orang yang boleh lihat dan foto2 melalui balkon. Gw dong pastinya yang masuk, pop nunggu di lobby sambil baca novel.

Begitu keluar tarian pertama, langsung meleleh air mata gw. Mungkin karena tata panggungnya yang megah, tarian sama musiknya juga bagus banget.

Mungkin juga senang karena kalau nayla gak balet belum tentu bela-belain nonton pertunjukan balet bagus kek gini.

Begitu Nayla tampil, meleleh lagi plus ketawa geli ngeliat Nayla ribet sama tali lengan baju nya yang kedodoran sedikit. maaf ya nak, besok pas pentas bajunya pasti sudah mom benerin.


Besoknya, Minggu 29/5/2016, kita berangkat pentas berdua, pop menyusul dari kantor, karena kebetulan dia masuk hari itu.

Belajar dari pengalaman GR kemarin, gw gak mau berangkat buru2. pukul 17 baru jalan dan Nayla sempat makan sore.

Sampai gedung, Nayla langsung masuk Backstage, gw nunggu pop datang dan bersiap untuk masuk ruangan sesuai nomer tiket kita.

O iya Pelangi anaknya mas Nathan (bekas teman sekantor dulu di KBR) juga pentas bareng, dia jadi kumbang, lucu banget dengan dua cepol rambut di kana dan kiri.

Pelangi juga les balet di Namarina pusat, cuma beda kelas soalnya pelangi lebih kecil dari Nayla. Selain itu salah satu foto kita bertiga yang bagus di Blog ini, hasil jepretannya mas Nathan.

Balik lagi soal nomer tiket, kemarin waktu GR, gw sudah yakin banget kalau nomer tiket kita yang persis di belakang VIP itu adanya di balkon. Karena pas GR, kita cuma boleh lihat dari balkon.

Makanya kaget plus senang karena ternyata bangku kita di ruangan bawah belakang VIP, pas depan panggung, bukan di balkon. Jadi lebih jelas liat Nayla.

Sempat selfie dan foto panggung sebelum di buka. Karena kalau sudah mulai pertunjukkan dilarang menyalakan hp dan foto2. Kita nanti disediakan dvd dan cd foto2 pertunjukkan. 

Dan seperti kemarin, ai meleleh lagi, noraxxx lah pokoknya, untung gelap hi..hi....

Ketika akhirnya Nayla tampil dalam tarian teratai di lakon Lutung Kasarung, semua berjalan lancar dan gak ada lagi yang ribet dengan tali baju tentunya. 

Nayla kayaknya tau, kalau kita bukan di balkon tapi bangku depan panggung. Karena dia senyum2 pas kita dadah2 ke dia.

Makasih Miss karisa dewi yang sudah dengan sabar melatih anak2 ini. Biarpun ada berantem2 kecil di belakang panggung, pas tampil mereka tetap kompak.
Malam itu Nayla pulang dengan hati senang berbunga2 karena akhirnya pentas lagi, padahal besok paginya dia hari pertama UKK. Semoga semuanya lancar ya nak.

Senin, 23 Mei 2016

Kok Maunya Senang Sendiri

Kakak adik berantem wajar dong ya. Bahkan ketika mereka sudah berumah tangga, kejadian seperti itu kerap terjadi.

Saya juga ikut trend itu, loh kok ya malah bangga. Maklum saya ini orangnya gak suka pura-pura dan  basa basi, ngomong apa adanya, jadi kadang banyak yang terkaget-kaget.

Ceritanya saya lagi males ngomong sama adik lelaki saya. Cukup lama juga, setiap ada acara keluarga saya memilih untuk tidak datang, atau kalaupun datang cuma sebentar saja.

Bukannya tidak mau berdamai tapi saya menunggu saat yang tepat (menurut saya).

Menunggu hati ini siap (gak benar juga sih seperti ini), tapi saya punya alasan karena sudah menyangkut harkat dan martabat keluarga, ceileeee ngeleees:).

Tapi rupanya kakak saya punya cara yang lain, yang seperti biasa cara yang tepat menurut versi dia.

Ketika saya, doddy suami saya  dan anak saya nayla berkunjung ke rumahnya dengan mengajak ibu kami, dia sempat bertanya "jadi kapan nih mau baikkan?". 

Saya bilang, "Nantilah kalau mami lagi gak disini, biar dia gak tau kalau kami lagi ada masalah".

Tapi rupanya dia gak sabar, dia panggil adik-adik saya termasuk adik saya yang sedang bermasalah. Kaget dong saya, ketika tau-tau dia muncul.

Dan dengan gayanya, dia mengatur semua rencana. Kita kakak beradik di kumpulin dalam satu ruangan tertutup. Mami dan suami saya gak boleh ikutan masuk.

Didalam saya seperti pesakitan yang sedang diadili, karena semuanya bilang saya yang salah, saya keras kepala, saya mau menang sendiri, cuma suara saya yang mau didengar.

Setelah kelar semuanya bicara, saya tatap satu-satu. "Kalian bilang kalian yang benar, tapi saya juga mau bilang kalau saya yang benar, dan sepertinya pada gak punya kaca semua deh, bukannya kalian juga begitu". kata saya dengan suara bergetar dan sambil menahan tangis dan marah.

Bahkan punggung saya tiba-tiba seperti ditarik ke atas, tegang banget (hingga dua hari kemudian). Saya tau ini pasti karena saya menahan emosi. 

Kok semuanya jadi menyerang saya, semua maksa saya untuk mengaku salah dan segera minta maaf. Oke saya maafkan, berhubung darah daging, biar semua puas dan bisa segera keluar dari ruangan yang membuat saya tidak bisa bernafas.

Kakak saya minta maaf, karena seperti menjebak saya untuk berdamai. "Saya takut dosa karena membiarkan kalian begini", katanya.

Saya bilang "Bukan begini caranya untuk cari pahala, kenapa semua menganggap cuma saya yang salah, tutup mata sama kesalahan orang lain, yang kalian mau masalah selesai,  lain kali gak usah deh jadi pahlawan,  kalau berat sebelah dalam menyelesaikan masalah, cari aja pahala di tempat lain".

Pedes dan kasar ya, itu memang gaya bicara saya, toh mereka juga peduli sama perasaan saya kan. Dan terbukti di kemudian hari, adik saya kembali melakukan kesalahan yang sama.

Di perjalanan pulang, saya cuma diam, suami sama anak saya tahu, sampai rumah nanti  pasti saya akan cerita panjang lebar (sayang sangat sama kalian berdua).  

Lagipula saat itu punggung saya sakiiit banget, nyaris gak bisa bernafas.
Doddy dan Nayla Permata Hati Saya
Saya cuma mau lain kali saya diajak diskusi, dan pakai cara saya bukan cara mereka, karena sudah terbukti cara mereka hanya menyenangkan mereka.

Setelah kejadian ini saya kangeeeeen banget sama almarhum bapak saya, saya yakin kalau beliau masih ada, dia akan berdiri ditengah-tengah, mendengarkan masalah kami satu-satu dan tidak ada yang merasa di pojokkan. Miss you Bapak.
Yuk, cerita tentang “Kebaikan Tak Selalu Baik di Mata Orang Lain” http://www.noormafitrianamzain.com/2016/05/giveaway-kebaikan-tak-selalu-baik-di.html

Senin, 16 Mei 2016

Masak Ala Nayla

Nayla itu suka banget niru kelakuan gw. Ngeliat gw suka main benang sm jarum, kalau baju bonekanya sobek di benerin sendiri. 

Kemarin malam malah lagi jahit leggingnya yg robek, gak tau jahitnya bener apa enggak, karena gak mau dibantuin.

Ngeliat gw masak, mau ikut masak juga. Biasanya sih gw minta tolong yang gampang2, ambilin bumbu dapur atau sayuran di kulkas.

Akhirnya dia memberanikan diri buat bikin nasi gorengnya sendiri. Tentunya Gw dampingin ketika nyalain kompor, apinya sedang2 aja, trus kalau mau angkat masakannya, kompor dimatikan

Dia juga masih harus pakai tangga kecil biar bisa sejajar sama kompor

Nasi goreng ala gw buat Nayla, tanpa bawang dan garam. Cuma mentega dipanasin, goreng irisan sosis, masukin nasi satu centong, pecahin telur di nasi, aduk trus dikasih kecap manis.

Itu yang dia lakukan ketika suatu hari dia bangun tidur, masih ngantuk, tapi mau bikin nasi goreng sendiri.

Ketika oma nya nginep di rumah, dia bikinin omanya  Romaylor (roti mayo telor:)). Hasilnya asiiiin banget karena kebanyakan ngasih mentega.
Oma pas mau makan romaylor, baca doa "Ya Allah lindungilah hamba" hi....hi.....
Gw juga ngajarin Nayla bikin roti sosis goreng. Sosis digulung dalam roti tawar yang sudah diberi mayonais. Dicelupin kedalam kocokan telur, terus ditaburin remah roti, baru di goreng.
Pernah pas pagi2 dia kepingin mashed potatoe, gw sering makan tapi belum pernah bikin. Langsung gugling terus beli perlengkapannya.
Seneng banget dia, ngancurin kentang sm sendok. Trus marutin Keju.
Bikin pancake juga dia suka. nayla lebih senang pancakenya gak dikasih apa2.
Biasanya gw cuma perintah2 aja sih:). Campur 8 sendok munjung tepung terigu sama telur 1 butir, mentega cair plus susu cair putih. 
Kasih vanili sm garam sedikit terus diaduk. goreng pakai teflon.
Semoga bisa mandiri ya nay. Pas gw sakit dia bikinin gw teh manis, terus dia bikin roti isi sendiri. Kalau nasi sudah dimasakin pop, lauknya nayla pesen lewat telfon. Sayang deh sama kamu nay.....
   

Minggu, 15 Mei 2016

Tempat Balet Baru, Semangat ya

Gimana rasanya sudah tinggal seminggu lagi mau naik tingkat dan pentas tiba2 tempat baletnya ditutup?.

Lewat SMS pula pemberitahuannya, padahal nayla dan teman2nya lebih dari 4 tahun balet di New balance yang akhirnya ganti nama jadi ARABES.

Apa gak ada rasa sayang miss Abigail Yoshimura sama anak didiknya? anak2 itu aja sayang kok. Harusnya dia bisa ngasih taunya langsung bukan lewat SMS.

Gw aja yg nerima sms pas bulan februari 2016 itu, rasanya jantung langsung berhenti, soalnya nayla lagi semangat2nya mau pentas dan naik tingkat.

Gw tahan marah gw, gw langsung sms ke abi, alasannya muridnya tambah sedikit. Ah  sutralah, gw cuma minta ijazah anak2 di keluarin biar bisa pindah ke tempat lain.

Dia janji 2 minggu lagi ijazah anak2 jadi. Gw setengah mati nahan marah, sedih, jengkel, kok kelakuan gak berubah ya, semua dianggap sepele.

Hari itu juga gw langsung whatsapp temen yang anaknya baru pindah di Namarina, plus Gugling namarina dan tempat les balet yang lain.

Karena uang bulanan di tempat lain sama dengan Namarina gw pilih pindah di Namarina. Takutnya tempat yang lain kejadiannya sama seperti Arabes.

Berhubung tempatnya jauh, Namarina pusat lokasinya di Halimun, gw pilih hari sabtu aja lesnya. 

Sabtu kita datang untuk ikut klas trial grade 1 di lantai dua. Untunglah dengan pertimbangan Nayla bisa mengikuti kelas yang baru, dia diterima.

Padahal belum ada ijazah dari sekolah balet yang lama. Nayla langsung naik Grade 1. Terimakasih miss Kharisa.

Untung nayla langsung gw daftarin kalau enggak, dia gak bisa ikut pentas akbar Namarina yg ke 60 tahun tgl 29 mei 2016.
Kenapa gw masih ngotot nyariin tempat dia balet?, Nayla sedih pas tau gak jadi naik tingkat dan pentas, dan dia masih semangat buat balet. 

Semoga lancar ya nak. Senang~senang dan dapat teman baru di Namarina. (dan sampai sekarang janji abigail untuk mengeluarkan ijazah, akhirnya kelaut aja).

Minggu, 08 Mei 2016

Gagal ke Boscha

Pop kepingin ngadem di Bandung pas Gw ultah. Loh kok bukan yang ultah yang nentuin hi...hi... gpp lah bandung kota favorite kita bertiga.

Karena itu libur panjang, jadilah kita berangkat hari jumat, ketika keriuhan dan kemacetan sudah lewat. 

Selama nginep 3 hari 2 malam itu, gw pingin ke trans studio, nyobain es krim sepatu di cibaduyut, sama ke Boscha (dulu kesana Nayla belum lahir).
Ketika pop sholat jumat di mesjid Trans studio bandung, kita tawaf di mal nya:). 

Kelar makan siang, kita mau menyambangi es krim sepatu di cibaduyut, yang kebetulan agak dekat sama lokasi Trans Studio.

Mungkin kalau gak lagi pingin nyobain itu es krim, kita juga gak cibaduyut, sudah lewat eranya buat jalan-jalan kesitu.

Sayangnya pelayanan di toko es krim yang sempat diliput beberapa media karena buat es krim berbentuk sepatu itu, gak memuaskan. 

Selain lamaaaaa banget karena cuma 1 orang yang bikin es krim tersebut, padahal yang ngantri banyak (kebanyakan korban iklan kayak gw gitu hi...hi...). Rasa es krimnya juga so..so.. alias biasa aja.

Es nya juga gak berbentuk sepatu boot seperti yang difoto. Mungkin yang bikin sudah lelah .... 

Rencananya sabtu Pagi kita mau Ke Boscha. Tapi seperti biasa Nayla gak akan melewatkan waktu untuk berenang.
Selesai berenang dan sarapan, kita siap2 jalan menuju boscha. Tapi ternyata di luar perkiraan, jalanan macet gila.

Perjalanan dr Setiabudi ke Lembang biasanya cuma makan waktu 1 jam paling lama, ini sudah mau 2 jam baru melewati terminal Ledeng.

Padahal Boscha hari sabtu tutup pukul 13... amboi. Kita cuma bisa pasrah di mobil, untung banyak yang jualan makanan. 

Kita beli Uli panggang, sosis bakar, bahkan Cakwe unyil kesukaan nayla, sayang sausnya kurang nendang rasanya.

Dengan pertimbangan kita gak mungkin sampai sebelum pukul 13, kita batalkan kunjungan ke Boscha hiks.Kita putar balik kembali ke Setiabudi.

Buat pelipur lara, kita coba mampir ke taman ice cream di lembang, tulisannya sih begitu, tapi di halaman rumput yang luas juga penuh bunga itu, suasananya selalu sepi dan lengang. 

Makanya dari dulu cuma liat dari kaca mobil, gak mencoba turun. Karena gak yakin itu tempat untuk umum.

Begitu parkir, dan jalan melewati jembatan buatan yang dibawahnya mengalir air dengan suara gemericiknya yang menyenangkan. 

Dan walaaa begitu sampai di dalam, ada toko ice cream di depan sebuah rumah dengan ornamen jaman dulu, dengan penjual ibu2 paruh baya yang masih cantik.

Model Ice Creamnya mirip2 Ragusa yang di Jakarta, begitupun rasanya. Yang beda, suasananya bagus banget, apalagi yg di taman belakang, penuh dengan rumput2 liar yang sedang berbunga, warna warni

Eh iya disini kita bebas mau makan dan duduk dimana saja.
 
Dan Rasanya lain kali kalau ke bandung kami sekali2 akan mampir ke Taman Ice Cream ini.

Hari itu kami habiskan dengan berkeliling berbagai FO. Gak efektif, buang2 waktu? enggaklah, hal kayak gini yang bikin gw sm nayla Happy, gak tau kalau pop ya hi...hi...

Hari itu gw bahkan menemukan distro di seberang rumah Mode, dengan barang2 yang asik dan bagus2 menurut gw. 

Tokonya kecil namanya Motiviga. Gabung sm toko sepatu Clarks yang mehong punya, dan di salah satu ruang tamunya ada tas selempang yang bikin gw langsung meleleh.
Gw janji kalau ke Bandung, mau nengokin si Motiviga ini lagi, loh janji kok enak gini. 

Malamnya, Nayla yang dari Jakarta sudah sibuk membungkus kado, gak sabar nunggu besok pagi, dia mau ngasih malam itu juga. Padahal gw udah nebak isinya, biasanya sih barang2 dia juga hi....hi... 

Kado dr pop gw anggap paling sik asiiik lah, tapi ternyata hadiah dr nay yg paling jempol. Kartu ucapannya lebih baguuus dr kartunya google, hadiahnya apalagi.

karena dia tau gw suka mewarnai, dia bungkus spidol2 & pinsil2 warna ..... punya dia ... gw yg beli dong ya .... lengkap dengan rautan segala .... dengan catatan pula "nayla boleh pinjem ya"... 

ketawa ngakak deh gw pas buka kadonya. Kata pop Harus dihargai, kalau dia punya uang sendiri pasti dia beliin kado kesukaan gw bukan ngambil dr barang2 dia. 

Aaaaah sayang banget sm ni anak. Ralat.... Sayang sangat sm kalian berdua... Pop & Nayla.

Kamis, 21 April 2016

Baju Bodo Lagi "Pabolehbuat"

Seminggu sebelum Kartini di sekolah nayla, kita sudah pergi ke tempat sewa baju adat langganan di rawamangun.

Sayangnya baju yang dia mau, gak ada yang ukurannya buat dia. kalau gak kecil banget, atau baju dewasa.

Akhirnya kita ambil deh baju Bodo. Baju yang sudah pasti muat , karena modelnya longgar-longgar gimana gitu:).
Mungkin ada di tempat lain, baju model kebaya ukuran nayla. tapi males juga muter2 lagi, next year lah.
Untuk make up sm tatanan rambut, gw dandanin sendiri. Selain males ngantri dari subuh di salon, Gw juga maunya Nayla dandan alami. 

Gw pernah lo kaget sama salah satu temennya yang pake kebaya dan sanggulan segede gaban, gw pikir emaknya siapa:).
Tahun ini kelasnya Nayla, kelas melati dapat juara dua Paduan suara antar kelas (dilatih wali kelasnya Bu Riris), Juara dua baju adat jawa, dan bali.